BAB I
PENDAHULUAN
Cinta tanah air atau nasionalisme secara etimologis berasal dari kata “nasional” dan “isme” yang memiliki makna suatu kesadaran dan memiliki perasaan mencintai tanah air, memiliki rasa kebanggaan sebagai bangsa, rasa memiliki, menghargai, dan menghormati bangsa. Menurut Ensiklopedi Indonesia, nasionalisme diartikan sebagai sikap politik dan sosial dari kelompok-kelompok suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, bahasa, dan wilayah, serta kesamaan cita-cita dan tujuan.Sedangkan kebangsaan terbentuk dari kata “bangsa” yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai kesatuan orang-orang yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri.
Seiring berkembang dan majunya jaman, rasa cinta tanah air dan berbangsa dalam diri rakyat Indonesia meluntur. Hal ini dapat dilihat dari lingkungan keluarga yng kurang menanamkan rasa cinta tanah air pada diri anak, di lingkungan sekolah yang terlihat berkurangnya semangat nasionalisme dalam menyikapi peristiwa-peristiwa sejarah, dan di lingkungan masyarakat yang banyak terjadi kasus korupsi yang dilakukan pemerintah juga adanya perseteruan antarsuku di berbagai daerah yang dapat menyebabkan lemahnya pertahanan negara. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya perpecahan apabila negara mendapat serangan, baik serangan internal maupun eksternal.
Untuk menanggulangi perpecahan serta meningkatkan rasa nasionalisme dalam diri masing- masing rakyat diperlukan adanya upaya. Upaya-upaya tersebut antara lain: mengingat-ingat dan menghargai jasa para pahlawan, mengikuti upacara bendera dengan penuh kesadaran, mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dan masih banyak upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan rasa cinta tanah air dan berbangsa di masyarakat Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Cinta Tanah Air dan Berbangsa
Cinta tanah air atau nasionalisme secara etimologis berasal dari kata “nasional” dan “isme” yang memiliki makna suatu kesadaran dan memiliki perasaan mencintai tanah air, memiliki rasa kebanggaan sebagai bangsa, rasa memiliki, menghargai, dan menghormati bangsa. Menurut Ensiklopedi Indonesia, nasionalisme diartikan sebagai sikap politik dan sosial dari kelompok-kelompok suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, bahasa, dan wilayah, serta kesamaan cita-cita dan tujuan.Sedangkan kebangsaan terbentuk dari kata “bangsa” yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai kesatuan orang-orang yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri.
Di dalam jiwa nasionalisme tertanam sebuah keinginan untuk membangun negara sesuai dengan cita-cita, harapan, dan kemampuan bangsa sendiri. Jiwa nasionalisme akan menjelma dalam ideologi negara yang berlandaskan pada keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa dan negara secara utuh dan menyeluruh tanpa bergantung kepada bangsa lain.Cinta tanah air merupakan wujud dari sila Persatuan Indonesia yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Rasa cinta tanah air tidak terlepas dari patriotisme. Patriotisme yang merupakan sikap kepahlawanan adalah sikap yang gagah berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan negara.
2.2 Kondisi Rasa Cinta Tanah Air dan Berbangsa Saat Ini
a. Lingkungan Keluarga
Keluarga merupakan media awal dari suatu proses sosialisasi. Seorang individu yang terlahir, ia sudah berhubungan dengan lingkungan keluarganya. Pada fase ini, individu sangat bergantung kepada perlindungan dan bantuan anggota keluarganya. Proses sosialisasi awal ini dimulai dengan proses belajar menyesuaikan diri dan mengikuti setiap apa yang diajarkan oleh anggota keluarganya. Oleh karena itu, keluarga merupakan media penting dalam membentuk kepribadian seseorang. Seorang individu yang hidup dalam keluarga yang memiliki rasa cinta tanah air dan berbangsa yang tinggi, dalam perkembangan kehidupannya juga akan tertanam rasa cinta tanah air dalam dirinya.
Semakin menuju era global hingga saat ini, rasa cinta tanah air masyarakat Indonesia semakin meluntur. Salah satu penyebab penting melunturnya rasa cinta tanah air saat ini adalah faktor keluarga. Banyak keluarga di wilayah Indonesia saat ini tidak memprioritaskan kepentingan bersama dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia. Sebagian besar keluarga di Indonesia tidak menanamkan rasa cinta tanah air kepada anaknya. Selain itu, mereka kurang memperhatikan keinginan anak. Mereka hanya memprioritaskan kebutuhan materi, tidak memikirkan akan kebutuhan rohani. Kurangnya perhatian keluarga, terutama orang tua, dapat menyebabkan seorang anak terjerumus dalam hal-hal yang menyimpang. Hal ini pun juga dikarenakan merosotnya nilai religious dalam diri suatu keluarga, sehingga mereka terpengaruh dengan adanya dorongan prioritas akan kebutuhan materi dalam sehari-hari. Hal ini yang pada akhirnya menyebabkan melunturnya bahkan merosotnya rasa cinta tanah air dan berbangsa dalam lingkungan keluarga.
Salah satu contoh akibat dari merosotnya rasa cinta tanah air saat ini adalah kejadian banyak hilangnya remaja Indonesia. Setelah ditelusuri ternyata pemuda pemudi tersebut terekrut oleh organisasi NII (Negara Islam Indonesia). Negara Islam Indonesia merupakan organisasi yang mengatasnamakan Islam dengan tujuan mendirikan negara baru yang berideologikan Islam. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi NII ingin memecah persatuan negara Indonesia. Mereka merekrut orang-orang untuk dimanfaatkan dalam rangka membantu mereka memecah persatuan Indonesia. Akan tetapi pada kenyataannya, NII tidak berlandaskan nilai-nilai Islam, tetapi justru menghalalkan segala cara demi mewujudkan tujuannya
Seorang anak, terutama remaja, yang sedang dalam tahap pencarian jati diri dan sedang dalam emosi yang labil sangat mudah terpengaruh dengan suatu hal. Oleh karena itu, apabila pengawasan dari keluarga (orang tua) kurang, anak dapat dengan mudah terjerumus dalam penyimpangan-penyimpangan, seperti masuk dalam organisasi NII, menjadi berontak, melawan orang tua, menentang peraturan negara, hingga membuat kekacauan seperti terorisme, yang bertujuan untuk menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Lingkungan Sekolah
Di lingkungan sekolah, individu mempelajari hal-hal baru yang belum pernah mereka temukan, baik di lingkungan keluarga maupun sekitarnya. Pendidikan formal mempersiapkan seorang anak menguasai peranan-peranan baru di kemudian hari, manakala tidak lagi tergantung pada orang tuanya. Apabila anak memasuki lingkungan sekolah, maka secara resmi ia menjadi kelompok formal yang terikat aturan-aturan resmi dan dihadapkan pada norma-norma yang diikuti secara teratur dengan sanksi tertentu. Selain mengenal peraturan sekolah, anak juga dibimbing untuk mengenal aturan-aturan dalam kehidupan masyarakat.
Semakin majunya era globalisasi saat ini, rasa cinta tanah air siswa siswi di lingkungan sekolah semakin meluntur. Hal ini disebabkan oleh majunya teknologi. Semua serba instan, serba menarik, dan serba mudah. Oleh karena itu, banyak anak sekolah yang sering membuang-buang waktu dengan bermain. Permainan jaman sekarang pun sudah berbeda dengan dulu. Sekarang banyak permainan seperti Play Station dan Game Online yang lebih mudah dan lebih menarik dibandingkan permainan tradisional. Hal ini menyebabkan anak menjadi kecanduan main game, yang selanjutnya menjadi malas belajar, lupa waktu, hingga sering membolos sekolah. Selain itu, banyak anak sekolah yang justru malah lebih memilih kebudayaan lain terutama dari segi mode, hingga yang terjerumus ke dunia narkoba dan minum-minuman keras. Hal ini juga pada akhirnya menurunkan rasa cinta tanah air dan berbangsa pada diri anak sekolah sebagai generasi muda, yang selanjutnya dapat menyebabkan kehancuran di masa mendatang.
Dalam kehidupan sekolah, siswa diajarkan materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air warga sekolah, terutama para siswa. Akan tetapi, banyak siswa yang tidak menerapkan ilmu-ilmu yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, tujuan agar meningkatkan rasa cinta tanah air tidak terlaksana dengan baik.
Setiap hari Senin, di sekolah selalu diadakan upacara bendera. Upacara bendera dimaksudkan untuk mengingatkan kita akan perjuangan para pahlawan dalam mencapai kemerdekaan. Akan tetapi, banyak siswa siswi yang tidak khidmat dalam mengikuti upacara bendera. Hal ini tampak pada saat mengikuti upacara, para siswa tidak semangat dalam mengikuti tahap-tahap pelaksanaan upacara. Mungkin bagi sebagian siswa, upacara adalah sebuah kewajiban dan peraturan sekolah. Semua ini dikarenakan siswa belum merasakan makna dari kegiatan upacara tersebut. Bahkan di beberapa sekolah Islam ada peraturan yang melarang warga sekolah untuk menghormati bendera merah putih, bahkan melarang dilaksanakannya upacara. Mereka beranggapan bahwa apabila mereka menghormati bendera berarti mereka menyekutukan Allah. Padahal menghormati bendera dimaksudkan agar warga Inonesia menyadari dan mengingat betapa susahnya pahlawan kita dalam perannya masing-masing untuk memperjuangkan kemerdekaan. Bendera merah putih tersebut merupakan simbol rasa cinta tanah air kita terhadap tanah air Indonesia.
c. Lingkungan Masyarakat Umum
Lingkungan masyarakat umum adalah ruang lingkup yang lebih luas setelah bersosialisasi di lingkungan keluarga maupun sekolah. Dalam lingkungan masyarakat, individu mengalami kondisi-kondisi yang dalam cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan, perkembangan, dan proses kehidupan. Di dalam kehidupan masyarakat, setiap individu berkumpul bersama, hidup bersama dengan saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain yang dikenal dengan istilah berinteraksi.
Dalam kehidupan masyarakat secara umum, banyak hal-hal yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorang. Apalagi di jaman modern seperti sekarang ini. Banyak hal-hal yang menyebabkan lunturnya rasa cinta tanah air dalam diri masyarakat secara umum. Faktor-faktor yang menyebabkan lunturnya rasa cinta tanah air dan berbangsa antara lain: pengaruh kebudayaan lain, majunya teknologi, banyaknya kasus korupsi di kalangan pemerintahan, dan demokratisasi yang melewati batas
Majunya teknologi di era globalisasi saat ini juga sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Majunya teknologi menyebabkan akses komunikasi antar individu di seluruh dunia menjadi sangat mudah, praktis, dan efisien. Akan tetapi, ini sangat berdampak bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat yang terkenal dengan adat istiadat seperti silaturahmi dan sikap sopan santun, saat ini mulai luntur. Majunya teknologi komunikasi menyebabkan masyarakat menjadi individualis dan mulai meninggalkan adat silaturahmi. Mereka beranggapan bahwa hanya dengan menelepon saja sudah cukup. Selain itu, banyak anak muda yang bersikap kurang sopan santun. Masalah yang lain adalah turunnya semangat dalam diri masyarakat. Hal ini terbukti dari kurangnya dukungan masyarakat untuk memajukan Indonesia. Kebanyakan masyarakat sudah terlalu sibuk dengan kepentingannya sendiri. Pada akhirnya, hal-hal tersebut berdampak pada berkurangnya kesadaran untuk mencintai tanah air Indonesia.
Selain majunya teknologi di era gobalisasi, pengaruh kebudayaan lain menyebabkan banyak masyarakat lupa akan budaya Indonesia. Anggapan bahwa kebudayaan lain lebih baik dibandingkan kebudayaan Indonesia tampak pada perilaku masyarakat Indonesia saat ini, khususnya di kalangan pemuda. Banyak pemuda bahkan orang dewasa yang lebih senang menggunakan bahasa Ingris dibandingkan bahasa Indonesia. Terbukti dari banyaknya tempat-tempat di Indonesia yang menggunakan bahasa Inggris, seperti Cilandak Town Square. Contoh yang lain adalah maraknya hasil karya seperti buku, novel, dan lagu yang menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, masyarakat terutama remaja juga senang meniru mode yang sedang populer saat ini, diantaranya model pakaian dan gaya rambut. Mereka lebih senang memakai pakaian minim ala barat dibandingkan pakaian batik dan pakaian adat daerahnya sendiri yang khas Indonesia. Ketika banyak hasil kebudayaan kita diklaim oleh bangsa lain, kita segera bertindak serius untuk mempertahankannya. Akan tetapi jika masalah tersebut mereda, maka akan kembali lagi seperti keadaan semula, yakni acuh tak acuh.
Banyaknya kasus korupsi di kalangan pemerintahan juga menunjukkan bukti merosotnya cinta tanah air dan berbangsa. Banyaknya kasus korupsi menunjukkan bahwa pemerintah sudah tidak melaksanakan amanat untuk memimpin bangsa ini. Mereka sudah memiliki sifat individualisme yang kemudian menjadi sifat serakah untuk memperkaya diri dengan merampas uang milik rakyat. Pada akhirnya, tidak ada kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Apabila pemerintah yang berperan sebagai pemimpin rakyat pun sudah tidak dipercaya oleh masyarakatnya, maka yang akan terjadi hanyalah perpecahan.
2.3 Kondisi yang Diharapkan mengenai Rasa Cinta Tanah Air dan Berbangsa Saat Ini
a. Lingkungan Keluarga
Keluarga merupakan media awal dari suatu proses sosialisasi. Selain itu, keluarga juga merupakan media penting dalam membentuk kepribadian seseorang. Oleh karena itu, sangat dibutuhkannya kesadaran dalam diri orang tua untuk menanamkan rasa cinta tanah air pda diri anak sejak dini. Akan tetapi, orang tua juga tidak hanya sekedar membimbing, melainkan juga memberi contoh.
Keluarga sebaiknya juga memperhatikan kebutuhan anak. Tidak hanya kebutuhan materi, akan tetapi juga kebutuhan yang lain. Tidak ada salahnya menuruti kebutuhan anak, asalkan semua itu bersifat positif. Selain tiu, keluarga (orang tua ) diharapkan selalu membimbing dan mengawasi kegiatan yang dilakukan anaknya. Hal ini bertujuan agar anak selalu terpantau, tidak menyimpang, serta tidak terjerumus dalam hal-hal negatif. Semua ini bertujuan agar terciptanya kesadaran rasa cinta tanah air dan berbangsa dalam diri setiap aggota keluarga.
b. Lingkungan Sekolah
Di lingkungan sekolah, individu mempelajari hal-hal baru yang belum pernah mereka temukan, baik di lingkungan keluarga maupun sekitarnya. Pendidikan formal mempersiapkan seorang anak menguasai peranan-peranan baru di kemudian hari, manakala tidak lagi tergantung pada orang tuanya. Sehingga, lingkungan sekolah sangat berperan dalam pembentukan sikap dan kepribadian dalam diri seseorang.
Majunya teknologi tidak selalu berefek positif. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Majunya teknologi hendaknya dimanfaatkan sesuai pada kebutuhan. Majunya teknologi juga bukan berarti kita harus menjadi malas. Oleh sebab itu, benar-benar butuh kesadaran dalam diri masing-masing siswa dalam memanfatkan kemajuan teknologi. Selain itu, juga dibutuhkan pengawasan dari orang lain terhadap hal apa yang dilakukan siswa agar menghindari adanya penyimpangan sosial.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaran (PKn) yang bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air warga sekolah, terutama para siswa, diharapkan bisa lebih dimaksimalkan. Pendidikan Kewarganegaraan hendaknya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga para siswa lebih bisa memaknai materi kewarganegaraan yang diajarkan.
Pelaksanaan upacara di sekolah hendaknya dilakukan dengan penuh kesadaran dan semangat para siswa. Apabila masing-masing siswa sudah memiliki kesadaran tentang pentingnya upacara bendera, maka akan timbul semangat nasionalisme. Dengan adanya semangat mengikuti upacara, siswa akan merasa berkewajiban untuk mencontoh dan melanjutkan perjuangan pahlawan-pahlawan Indonesia.
c. Lingkungan Masyarakat Umum
Lingkungan masyarakat umum adalah ruang lingkup yang lebih luas setelah bersosialisasi di lingkungan keluarga maupun sekolah. Dalam lingkungan masyarakat, individu mengalami kondisi-kondisi yang dalam cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan, perkembangan, dan proses kehidupan. Di dalam kehidupan masyarakat, setiap individu berkumpul bersama, hidup bersama dengan saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain yang dikenal dengan istilah berinteraksi.
Banyaknya faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang dapat menyebabkan lunturnya rasa cinta tanah air dan berbangsa. Faktor-faktor tersebut antara lain: pengaruh kebudayaan lain, majunya teknologi, banyaknya kasus korupsi di kalangan pemerintahan, dan demokratisasi yang melewati batas. Dalam menyikapi hal-hal ini, dibutuhkan dukungan dari semua masyarakat. Pemerintah sebagai pemimpin seharusnya memberikan contoh yang baik dalam menggunakan kebijakannya. Sedangkan masyarakat seharusnya bisa mendukung kebijakan pemerintah yang baik serta mengawasi jalannya pemerintahan.
Majunya teknologi di era globalisasi saat ini juga sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Majunya teknologi menyebabkan akses antar individu di seluruh dunia menjadi sangat mudah, praktis, dan efisien. Akan tetapi, bukan berarti kita harus meninggalkan kebudayaan silaturahmi secara langsung. Kita harus bisa mengontrol penggunaan alat-alat teknologi dalam kehidupan agar kita mendapatkan dampak yang positif. Selain itu, sikap sopan santun dan semangat cinta tanah air seharusnya dapat tetap dipertahankan.
Pengaruh kebudayaan lain telah menyebabkan banyak masyarakat lupa akan budaya Indonesia. Anggapan bahwa kebudayaan lain lebih baik dibandingkan kebudayaan Indonesia tampak pada perilaku masyarakat Indonesia saat ini, khususnya di kalangan pemuda. Bagaimana juga, bahasa Indonesia adalah bahasa yang telah kita sepakati sejak 28 Oktober 1928 sebagai bahasa persatuan. Kita tidak boleh merasa bangga dengan bahasa negara lain dibandingkan dengan menggunakan bahasa negara kita sendiri, bahasa Indonesia. Selain itu, di semua negara di dunia memiliki kebudayaannya masing-masing. Kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan yang sangat khas. Banyak terdapat suku, bahasa daerah, pakaian adat, tarian adat, nyanyian adat daerah, dan sebagainya yang tidak kalah bagus dan tidak kalah menarik dibandingkan kebudayaan yang ada di negara lain.
Pemerintah sebagai pemimpin yang telah dipercaya oleh masyarakat untuk memerintah negara seharusnya bersikap baik dan bijaksana. Bukannya justru ingin memanfaatkan kekuasaan demi kepentingan pribadi, contohnya korupsi. Pejabat pemerintahan yang melakukan korupsi sudah tidak memiliki kesadaran rasa cinta tanah air dan persatuan. Pada saat banyak rakyat yang terjebak dalam kemiskinan, mereka ingin merampas uang rakyat. Sikap pejabat yang seperti ini menyebabkan banyaknya unjuk rasa di berbagai daerah. Selain itu, juga banyak terjadi perseteruan antarsuku di berbagai daerah. Ketidakpercayan rakyat terhadap pemerintah dan terjadinya perseteruan antarsuku juga pada akhirnya berdampak pada perpecahan. Hal ini yang seharusnya dihindari.
2.4 Upaya-upaya yang Dilaksanakan dalam Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air dan Berbangsa
a. Lingkungan Keluarga
1. Sebagai orang tua selalu menanamkan pada diri anak-anaknya agar memiliki akhlak yang mulia, sikap hormat, taat, dan sopan santun terhadap orang tua, jujur, rajin belajar, bersahaja, dan hidup hemat dengan cara gemar menabung.
2. Orang tua menjadi contoh dan suri tauladan, menanamkan disiplin terhadap keluarganya, contohnya berdisiplin dalam melaksanakan ibadah tepat pada waktunya.
3. Sebagai anak harus disiplin memanfaatkan waktu belajar baik di rumah maupun di tempat bimbingan belajar.
4. Orang tua berusaha sesuai kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, baik dalam mencari rizki, kebutuhan materi yang mendukung pendidikan anak, contohnya seperangkat komputer, laptop, dan sarana lainnya yang bertujuan untuk memudahkan pekerjaan atau tugas dari sekolah.
5. Menanamkan sikap terbuka dalam lingkungan dan selalu bermusyawarah diantara anggota keluarga dalam memecahkan masalah keluarga sehingga tercipta suasana yang harmonis.
7. Mengajak keluarga mengunjungi tempat-tempat bersejerahseperti museum dan tempat peninggalan sejarah yang dapat membangkitkan rasa bangga terhadap tanah air Indonesia dan meneladani para pahlawan yang memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan tanah air Indonesia sampai titik darah penghabisan.
8. Mengibarkan bendera merah putih di depan rumah pada hari-hari besar Nasional sebagai wujud bangga menjadi bangsa Indonesia yang merdeka.
9. Orang tua selalu melindungi anak dan keluarga dari penyimpangan sosial, seperti penyalahgunaan narkoba, serta melindungi dari pengaruh aliran sesat.
10. Orang tua selalu mengawasi anak dalam penggunaan fasilitas elektronik agar tidak terpengaruh oleh dampak negatif seperti pergaulan bebas yang terutama berasal dari internet.
b. Lingkungan Sekolah
1. Di lingkungan sekolah diberikan pelajaran serta pengamalan pendidikan kewarganegaraan dan Pancasila agar siswa dapat menjiwai dan mengamalkan Pancasila secara murni dan konsekuen.
2. Mengikuti upacara bendera hari Senin dan hari-hari besar Nasional dengan khidmat sebagi perwujudan rasa cinta tanah air dan bangsa, serta menghormati simbol-simbol negara seperti, seperti Burung Garuda, Bendera Merah Putih, lagu Indonesia Raya, dan lain-lain dengan sepenuh hati.
3. Mempelajari sejarah perjuangan para pahlawan kemerdekaan serta menghargai jasa-jasanya.
4. Mengikuti kegiatan Pramuka agar siswa memiliki jiwa kepemimpinan dan berdisiplin dalam kehidupan sehari-hari.
5. Mengikuti Paskibra sebagai perwujudan kebersamaan dalam menjaga agar Sang Merah Putih tetap berkibar.
6. Ikut aktif dalam organisasi OSIS untuk menjaga persatuan antarsiswa di sekolah.
7. Mengikuti kegiatan PMR agar siswa memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi dan memiliki jiwa tolong menolong terhadap sesama.
8. Mengikuti kegiatan Pecinta Alam sebagai wujud cinta terhadap lingkungan.
9. Mendukung progam wajib belajar 9 tahun dan pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) demi meningkatkan SDM dan memajukan pendidikan agar di masa yang akan datang tidak bergantung pada tenaga kerja asing.
10. Mendukung pemberian beasiswa untuk memotivasi dan mendorong siswa agar dapat terus melanjutkan pendidikan yang tinggi sesuai cita-citanya agar di masa yang akan datang dapat berguna di kehidupan masyarakat demi membangun negara Indonesia.
c. Lingkungan Masyarakat Umum
1. Sebagai Warga Negara Indonesia, sudah sepantasnya menghormati bangsa dan negara kita apapun kondisinya. Rakyat yang mencintai tanah air dengan sepenuh hati dan jiwa raga akan setia melindungi negara, meningkatkan rasa persatuan, dan berusaha bahu-membahu membangun negeri agar sejajar dengan negara maju.
2. Ikut aktif dalam melaksanakan siskamling agar terwujud lingkungan masyarakat yang aman.
3. Mempelopori dan ikut aktif dalam memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia sebagai wujud cinta tanah air dan berbangsa, serta menghormati jasa para pahlawan dalam mewujudkan Indonesia merdeka.
4. Ikut mensukseskan program pelestarian lingkungan yang dicanangkan oleh Presiden RI, Bapak Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu program penanaman sejuta pohon.
5. Mendukung pemerintah dalam program pemberian bantuan asuransi kesehatan terhadap rakyat miskin yang bertujuan agar meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
6. Menjaga dan melestarikan kebudayaan milik Indonesia sebagai wujud mencintai hasil karya nenek moyang yang adiluhung agar tidak diklaim negara lain.
7. Turut serta mengawasi jalannya pemerintahan dan membantu meluruskan agar pemerintahan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
8. Ikut membela dan mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa dengan segenap tumpah darah dan tulus ikhlas serta mengharumkan nama bangsa.
9. Mencintai dan menggunakan produk lokal agar pengusaha lokal maju sejajar dengan pengusaha asing.
10. Hidup bersosialisasi dengan menjalin hubungan baik antar masyarakat demi menjaga kerukunan di masyarakat.
BAB III
KESIMPULAN
Sebagai warga negara Indonesia, kita seharusnya mencintai tanah air dengan sepenuh hati dan segenap jiwa raga apapun kondisinya. Kita seharusnya bisa menghargai dan mencontoh para pahlawan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Perjuangan pahlawan terdahulu sepantasnya dihargai dengan semangat nasionalisme dan patriotisme demi membangun bumi pertiwi. Semangat nasionalisme para pahlawan semestinya dapat dijadikan panduan bagi kita untuk terus mencintai dan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara membangun negara Indonesia agar menjadi lebih makmur dan lebih maju.
Kondisi rasa cinta tanah air dan berbangsa saat ini dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat semakin menurun. Banyaknya faktor-faktor baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi kondisi rasa cinta tanah air di dalam diri masyarakat. Faktor internal yang menyebabkan lunturnya rasa cinta tanah air misalnya adanya kekecewaan terhadap pemerintah yang korupsi. Sedangkan faktor eksternal yang menyebabkan lunturnya rasa cinta tanah air misalnya adanya pengaruh kebudayaan lain.
Dalam lingkungan keluarga permasalahan yang menyebabkan melunturnya rasa cinta tanah air adalah kurang adanya perhatian dan komunikasi orang tua terhadap anak. Sebagian besar orang tua di Indonesia tidak menanamkan rasa cinta tanah air kepada anaknya. Hal ini juga terjadi dalam lingkunyan sekolah dan masyarakat. Menurunnya rasa cinta tanah air di lingkungan sekolah kebanyakan disebabkan oleh majunya teknologi yang menyebabkan banyak anak sekolah menjadi malas belajar. Selain itu, banyaknya remaja anak-anak sekolah yang terjerumus dalam pengaruh narkoba dan minum-minuman keras. Sedangkan di lingkungan masyarakat umum, hal yang paling mempengaruhi adalah maraknya korupsi yang dilakukan oleh pejabat pemerintah yang menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Selain itu, juga banyak terjadi perseteruan antarsuku. Hal-hal tersebut dapat mengakibatkan perpecahan yang menyebabkan negara lemah dan mudah diserang baik serangan internal maupun eksternal.
Untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan berbangsa dalam diri masyarakat Indonesia diperlukan upaya untuk menanamkan kesadaran akan cinta tanah air dan berbangsa sejak dini. Upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain: mengingat-ingat dan menghargai jasa para pahlawan, mengikuti upacara bendera dengan penuh kesadaran, mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dan masih banyak upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan rasa cinta tanah air dan berbangsa di masyarakat Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Tim Sosiologi. 2007. Sosiologi: Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat. Edisi Ketiga. Jakarta: Yudistira.
Budiyanto. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan SMA Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

